Minggu, 17 Juni 2012

Peran Guru AUD


PERAN GURU ANAK USIA DINI


Menurut Rogers dalam Catron dan Allen (1999:58), keberhasilan guru yang sebenarnya menekankan pada tiga kualitas dan sikap yang utama, yaitu: (1) guru yang memberikan fasilitas untuk perkembangan anak menjadi manusia seutuhnya, (2) membuat suatu pelajaran menjadi berharga dengan menerima perasaan anak-anak dan kepribadian dan percaya bahwa yang lain dasarnya layak dipercaya membantu menciptakan suasana selama belajar dan (3) mengembangkan pemahaman empati bagi guru yang peka/sensitif untuk mengenai perasaan anak-anak di dunia.
Mengutip pendapat Catron dan Allen (1999:59) peran guru anak usia dini lebih sebagai mentor atau fasilitator dan bukan penstransfer ilmu pengetahuan semata, karena ilmu tidak dapat ditransfer dari guru kepada anak tanpa keaktifan anak itu sendiri. Dalam proses pembelajaran, tekanan harus diletakkan pada pemikiran guru. Oleh karenanya, penting bagi guru untuk dapat: mengerti cara berpikir anak, mengembangkan dan menghargai pengalaman anak, memahami bagaimana anak mengatasi suatu persoalan, menyediakan dan memberikan materi sesuai dengantaraf perkembangan kognitif anak agar lebih berhasil membantu anak berpikir dan membentuk pengetahuan, menggunakan berbagai metode belajar yang bervariasi yang memungkinkan anak aktif mengkonstruksi pengetahuan.
Peran dari guru kelas boleh jadi bagian yang paling penting dari rencana pelajaran yang tak terlihat. Kekritisan dalam menentukan keefektifan dan kualitas dari perawatan dan pendidikan untuk anak kecil. Guru mungkin merupakan faktor yang paling penting dalam mendidik dan berpengalaman merawat anak.
Guru yang baik untuk anak-anak memiliki banyak sifat dan cirri khas, yaitu: kehangatan hati, kepekaan, mudah beradaptasi, jujur, ketulusan hati, sifat yang bersahaja, sifat yang menghibur, menerima perbedaan individu, mampu mendukung pertumbuhan tanpa terlalu melindungi, badan yang sehat dan kuat, ketegaran hidup, perasaan kasihan/keharuan, menerima diri, emosi yang stabil, percaya diri, mampu untuk terus-menerus berprsetasi dan dapat belajar dari pengalaman (Hymes, Read & Patterson, Yardley dalam Catron dan Allen, 1999:59). Selanjutnya dipaparkan bahwa secara terperinci peran guru anak usia dini, diantaranya:
a.    Peran guru dalam berinteraksi
Guru anak usia dini akan sering berinteraksi dengan anak dalam berbagai bentuk perhatian, baik interaksi lisan maupun perbuatan. Guru harus berinisiatif memvariasikan interaksi lisan, seperti dalam memberikan perintah dan bercakap-cakap dengan anak. Atau yang bersifat interaksi nonverbal yang tepat seperti member senyuman, sentuhan, pelukan, memegang dengan mengadakan kontak mata dan berlutut atau duduk setingkat dengan anak sehingga membawa kehangatan dan rasa hormat.
b.    Peran guru dalam pengasuhan
Pendidik anak usia dini menganjurkan untuk mengasuh dengan sentuhan dan kasih sayang. Pengasuhan saling memengaruhi seperti pelukan, getaran, cara mengemong dan menggendong adalah untuk kebutuhan perkembangan fisik dan psikologis anak. Kontak fisik melalui bermain, memberikan perhatian dan pengajaran adalah penting dalam mendorong perkembangan fisik, kecerdasan emosionil  dan kasih sayang untuk guru.
Memelihara interaksi membantu anak memngembangkan gambaran diri positif dan konsep diri seperti pengalaman hormat mereka dan ikut sertanya kontak fisik dengan guru. Memebrikan perhatian dengan penuh kasih sayang dan menambah sentuhan keduanya yaitu perkembangan emosi dan kognitif.
c.    Peran guru  dalam mengatur tekanan/stress
Guru membantu anak untuk belajar mengatur tekanan akan menciptakan permainan dan mempelajari lingkungan yang aman pengelolaan tekanan dan dapat mengatasi kemampuan membantu perkembangan. Guru juga akan memberikan anak keterangan perkembangan yang tepat tentang peristiwa tekanan, memberikan penentraman hati lagi secara fisik dna mendorong anak untuk menjawab pertanyaan, mengutarakan perasaan dan membicarakan pandangan mereka sendiri.
d.    Peran guru dalam memberikan fasilitasi
Anak-anak membutuhkan kesempatan untuk bermain imajinatif, mengekspresikan diri, menemukan masalah, menyelidiki jalan alternative dan menemukan penemuan baru untuk mempertinggi perkembangan kreativitas. Untuk itu guru perlu memfasilitasi dengan memberikan berbagai kegiatan dan lingkungan belajar yang fleksibel serta berbagai sumber belajar. Kesempatan yang diberikan dapat mendorong timbulnya ekspresi diri anak. Guru dapat memberikan dorongan pada anak untuk memilih aktivitasnya sendiri, menemukan berbagai hal alternative dan untuk menciptakan objek atau ide baru yang memudahkan perkembangan kemampuan berpikir berbeda dan penanganan masalah yang orisinil.
e.    Peran guru dalam perencanaan
Para guru perlu merencanakan kebutuhan anak-anak untuk aktivitas mereka, perhatian, stimulus da kesuksesan memlalui keseimbangan dan kesatupaduan di dalam kelas dan melalui implementasi desain kegiatan yang terencana. Guru juga merencanakan kegiatan rutin beserta peralihannya. Anak-anak harus dapat berpindah secara efektif dari satu area ke area yang lain secara aman, tidak terburu-bur di dalam kelompok maupun individual, sampai mereka telah siap. Guru dapat mempersiapkan aktivitas dan menciptakan suasana yang dapat menstimulasi anak dan membantu mereka memilih aktivitas atau mainan yang tepat. Guru juga harus fleksibel dan dalam menggunakan aktivitas alternative tergantung pada perubahan kondisi, perbedaan ketertarikan pada anak dna situasi yang luar biasa.
f.     Peran guru dalam pengayaan
Aspek lain dari peranan guru adalah memperkaya lingkungan belajar anak. Guru harus menyediakan kesempatan belajar pada anak pada perkembangan yang tepat, “bagaimana anak belajar dapat mencerminkan  guru mengajar”. Asosiasi nasional pendidikan anak (NAEYC, 1986:23-24) menyarankan penggunaan perkembangan strategi mengajar yang tepat, yaitu: (1) Guru menyiapkan lingkungan belajar untuk anak yang meliputi eksplorasi aktif dan interaksi dengan orang dewasa, anak-anak lain dan dengan benda-benda , (2) Anak-anak memilih sendiri aktivitas mereka dari berbagai macam area belajar yang disediakan oleh guru , meliputi bermain peran, balok, sains, matematika, permainan puzzle, membaca, mencatat, seni dan music, (3) Anak-anak diharapkan menjadi aktif secara fisik dan mental. Anak-anak memilih diantara kegiatan yang telah dirancang oleh guru atau dari inisiatif anak secara spontan, (4) Anak-anak bekerja secara individual atau dalam kelompok kecil atau kelompok informal dalam waktu yang lebih banyak, (5) Anak-anak disediakan aktivitas belajar secara konkret dengan barang-barang dan orang-orang yang sesuai untuk pengalaman hidup mereka, (6) Guru bergerak diantara kelompok-kelompok dan individu untuk memudahkan keterlibatan anak dengan barang-barang dan aktivitas-aktivitas mereka dengan bertanya, memberikan saran atau menambahkan barang-barang yang lebih kompleks atau ide-ide untuk suatu situasi, (7) Guru menerima bahwa ada lebih dari satu jawaban yang benar. Guru mengakui bahwa anak-anak belajar dari pemecahan masalah dirinya secara langsung dalam pengalaman-pengalamannya.
g.    Peran guru dalam menangani masalah
Guru sebagai penangan masalah menggunakan proses yang meliputi perolehan informasi, mempertimbangkan jalan alternatif, mengevaluasi hasil dan mempergunakan pengaruh bolak-balik untuk program yang terus-menerus. Para guru yang mengetahui kebutuhan individual anak-anak, ketertarikan anak-anak, rasa takut dan frustasi dan yang memiliki pertimbangan keputusan yang bagus tentang kejadian-kejadian di dalam kelas dapat memperkirakan situasi masalah secara efektif.
h.    Peran guru dalam pembelajaran
Akhirnya, guru terbaik bagi anak usia dini melakukan dan mengembangkan pelajaran yang berkelanjutan. Guru harus menyadari bahwa awal mula pengalaman pendidikan memberikan pondasi untuk menjadi guru yang peduli dan berkompeten. Guru yang melaksanakan reflektif menggambarkan mengajar sebagai suatu perjalanan-perjalanan yang meningkatkan pengeertian diri, sementara itu juga meningkatkan sensitivitas dan pengetahuan terbaik tentang anak bagaimana menfasilitasi belajar. Guru harus mengerti bahwa saat mereka mengajar mereka juga diajarkan; saat mereka membantu orang lain untuk berkembang, mereka juga membuat diri mereka sendiri berubah.
i.      Peran guru dalam bimbingan dan pemeliharaan
Bimbingan adalah proses bantuan yang diberikan oleh guru atau petugas lainnya kepada anak didik dalam rangka memperhatikan kemungkinan adanya hambatan atau kesulitan yang dihadapi anak didik dalam rangka mencapai perkembangan yang optimal; sedangkan pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan sadar untuk memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan mental anak dengan cara tertentu untuk mencapai hasil tertentu. Peristilahan sejenis lainnya dengan pemeliharaan adalah: melatih, menjaga, membatu, melindungi dan memantau.
Adapun fungsi bimbingan dan pemeliharaan bagi anak usia dini adalah: (1) Fungsi pemahaman, yaitu usaha bimbingan yang menghasilkan pemahaman pada anak tentang diri sendiri, lingkungannya dan cara menyesuaikan dan pengembangan diri; (2) Fungsi pencegahan, yaitu bimbingan yang menghasilkan tercegahnya anak didik dari berbagai permasalahan yang dapat menggangu, menghambat atau menimbulkan kesulitan-kesulitan dalam proses perkembangannya; (3) Fungsi perbaikan, yaitu bimbingan yang akan menghasilkan terpecahkannya berbagai permasalahan yang dialami oleh anak didik; (4) Fungsi pemeliharaan dan pengembangan, yaitu bimbingan yang menghasilkan terpeliharanya dan berkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif anak didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
Sumber: Sujiono, Yuliani Nurani. 2011. Konsep Dasar Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar